Menyikapi Stigma Negatif dan Label Radikal Terhadap Islam, DKM At Taqwa Adakan Diskusi Publik

Jpeg

Sharing is caring!

Bandung, BahanaKaryainsani.org – Dalam rangka menyikapi semakin kuatnya stigma negatif dan label radikal terhadap kelompok dan umat Islam, serta masih terus berlanjutnya berbagai aksi teror dan kekerasan dengan mengatasnamakan Islam, DKM Masjid At Taqwa mengadakan diskusi publik mengusung thema “Sejarah dan Praktik Radikalisme Dalam Islam; Reformulasi Penegakan Syaria’at Islam Dalam onteks NKRI”, di Masjid At Taqwa, Pasir Jambu, Ciwidey Kabupaten Bandung (30/5).

Acara yang dihadiri ratuan peserta terdiri dari masyarakat, perwakilan DKM, Remaja Masjid, Lembaga Dakwah, beberapa perwakilan ormas Islam serta perwakilan dari mahasiswa.

H. Asep Kurnia, Dosen Unpad salah satu narasumber diskusi menyampaikan bahwa “penegakan syari’at Islam di Indonesia dapat dilakukan melalui perwujudan masyarakat Islam, dengan mengikuti model masyarakat Islam yang dibentuk oleh Rasululloh sholallahu ‘alahi wassalam di Kota Madinah dengan berdasarkan kepada Piagam Madinah”. Lebih jauh, beliau menyatakan bahwa Pancasila dan NKRI secara prinsip, konsep, maupun secara historik tidak bertentangan dengan Islam, oleh karena itu menjalankan nilai-nilai Islam sama juga dengan mengimplementasikan Pancasila dan menjaga NKRI”.

Sementara menurut, KH. Hasan Mud’is al Mabroer, Dosen UIN Sunan Gunung Djati sebagai narasumber kedua menyatakan bahwa “dua faktor utama penyebab muncul dan tumbuh suburnya radikalisme di kalangan umat muslim adalah faktor memahami dan mengimplementasikan Al Qur’an hanya secara tekstual; dan faktor yang kedua adalah masih banyaknya umat muslim yang mempelajari dan menjalankan rukun agama (Islam, Iman, dan Ikhsan) tidak secara lengkap dan utuh.” Lebih lanjut beliau menyatakan bahwa Islam sebagai rahmatan lil alamain seharusnya mampu menjadi rahmat bagi seluruh alam beserta isinya, termasuk manusia, baik muslim, kristen, yahudi, maupun lainnya, dan seorang muslim yang telah beriman dan bersih hatinya, tidak akan berani menyalahkan dan menghakimi orang lain.

Kegiatan yang berlangsung sekitar 2 jam tersebut diakhiri dengan pembagian bekal buka bersama kepada warga dan jamaah yang hadir dan berada di sekitar lokasi kegiatan.

Sharing is caring!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*