Apa sih pekerja sosial (peksos) itu? Orang yang suka bantu-bantu kalau ada bencana alam? Itu kan volunteer alias orang bekerja dengan sukarela dan tidak dibayar. Mungkin kata-kata itulah yang akan terbesit dibenak kita sebagai orang awam. Pekerjaan sosial adalah salah satu bidang ilmu sosial terapan yang mempelajari aktivitas-aktivitas pertolongan kemanusiaan dengan menggunakan prinsip dan metodologi yang dapat diukur. Pekerjaan sosial adalah profesi pertolongan kamanusiaan yang tujuan utamanya adalah membantu keberfungsian sosial individu, keluarga dan masyarakat dalam melaksanakan peran-peran sosialnya (Siporin, 1975; Morales dan Sheafor, 1989; Suharto, 1997). Friedlander (1961) mengatakan bahwa pekerjaan sosial adalah suatu pelayanan profesional yang didasarkan pada ilmu dan keterampilan dalam relasi kemanusiaan yang bertujuan untuk membantu, baik secara perorangan maupun didalam kelompok untuk mencapai kepuasan dan ketidak tergantungan secara pribadi dan sosial. Selain itu dapat juga dijadikan acuan Undang-undang No. 6 Tahun 1974 tentang pokok-pokok pembangunan kesejahteraan sosial yang mendefinisikan pekerjaan sosial sebagai semua keterampilan teknis yang dijadikan wahana bagi pelaksanaan Usaha Kesejahteraan Sosial. Adapun pelaksana dari pekerjaan sosial tersebut adalah seorang pekerja sosial.

Seorang pekerja sosial adalah seseorang yang telah memiliki dasar pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai pekerjaan sosial yang bertujuan untuk memberikan pelayanan kesejahteraan sosial. Penguasaan ilmu, metode dan keterampilan secara formal –dalam hal ini melalui pendidikan formal yang diselenggarakan oleh institusi-institusi pendidikan– merupakan dasar bagi seseorang untuk menyatakan bahwa dirinya adalah seorang pekerja sosial. Dengan demikian, maka apabila seseorang yang tidak memiliki ilmu, metode, dan keterampilan secara formal tidak dapat dinyatakan sebagai seorang pekerja sosial.

Peran pekerja sosial dalam menyelesaikan masalah sosial tidak bersifat reaktif-simtomatif maupun partial. Seorang pekerja sosial akan selalu berusaha untuk tidak hanya sebagai outsider (diluat sistem) tetapi juga bergabung dan masuk ke dalam sistem masyarakat sebagai sebuah bentuk pelayanan sosialnya dengan menggunakan langkah-langkah dan tahapan-tahapan intervensi dalam pekerjaan sosial. Dalam membantu memecahkan masalah sosial, aktivitas pekerjaan sosial difokuskan pada interaksi manusia dengan lingukan sosialnya (social relatinships, human relationships, people interact with the environment) yaitu hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi antara manusia dengan lingkungannya.

Dalam garis besar ilmu dan metoda social therapy pekerjaan sosial terdiri atas pendekatan mikro dan makro. Pendekatan mikro merujuk pada berbagai keahlian pekerja sosial untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh individu, keluarga, dan kelompok. Masalah sosial yang ditangani umumnya berkenaan dengan problema psikologis, seperti stress dan depresi, hambatan relasi, penyesuaian diri, kurang percaya diri, alineasi atau kesepian dan keterasingan, apatisme hingga gangguan mental. Pendekatan makro adalah penerapan metoda dan teknik pekerjaan sosial dalam mengatasi masalah yang dihadapi masyarakat dan lingkungannya. (ahmadfarhanadhitya16032012)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *